Ismail Marzuki mengembalikan jati diri bangsa

Komponis pejuang dan maestro musik legendaris ini dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Republik Indonesia mengembalikan jati diri bangsa, dalam rangkaian Hari Pahlawan 10 November 2004 di Istana Negara. Ia dikenal sebagai seorang pejuang dan pemimpin seniman pencipta lagu bernuansa perjuangan untuk mendorong semangat untuk mempertahankan kebebasan. Ismail Marzuki kelahiran kampung Kwitang, Jakarta Pusat, pada tahun 1914 telah dibuat sekitar 250 lagu. Karya-karyanya sampai hari ini masih sering terdengar, antara lain Juwita Malam, Sepasang mata bola, Selendang Sutera, Sabda Alam, dan Bahasa Indonesia Heritage. Lanjutkan membaca

Dipublikasi di jati diri bangsa | Tinggalkan Komentar

peran bahasa dalam mengembalikan jati diri bangsa

Peran bahasa dalam mengembalikan jati diri bangsa.Dengan pesatnya pembangunan dan arus modernisasi di arah globalisasi, bahasa Indonesia menghadapi banyak masalah kompleks. Pertama, di alam sebagai media komunikasi utama di negara ini, bahasa Indonesia perlu untuk terus beradaptasi dan melawan pengaruh asing. Penting untuk proses mengembalikan jati diri bangsa. Artinya, setiap interaksi dan komunikasi di media Indonesia seharusnya menyediakan lingkungan yang interaktif dan menyenangkan ke Bahasa Indonesia dapat dipahami dengan baik dan benar, juga menghindari kemungkinan salah tafsir. Kedua, posisi resmidan bahasa sebagai bahasa utama di negara ini, bahasa Indonesia harus terus menunjukkan identitas sebagai negara dan berbagai belajar di tengah hubungan antar negara di seluruh dunia. Dan ketersediaan Menampilkan manfaat dari Indonesia adalah hal yang penting pada saat globalisasi, sehingga negara tidak akan kehilangan identitas dan Anda dapat mengembalikan jati diri bangsa dengan memiliki bahasa mereka sendiri. Lanjutkan membaca

Dipublikasi di jati diri bangsa | Tinggalkan Komentar

stop dreaming start action menjadikan ia dikenal

stop dreaming start action Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan isenangi teman dan tetangganya.

stop dreaming start actionPygmaliondikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.
* Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, “Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.”
* Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, stop dreaming start action “Kikir betul orang itu.” Tetapi Pygmalion berkata, “Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu”.
* Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, “Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya.”

Itulah pola pandang Pygmalion. stop dreaming start action Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari stop dreaming start action Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik.

stop dreaming start action Kawan-kawan Pygmalion berkata, “Ah,sebagus- bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu.”

Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.
More stop dreaming start action

Dipublikasi di jati diri bangsa | Tinggalkan Komentar

stop dreaming start action hidup Ken Karpman tampaknya nyaris sempurna

stop dreaming start action Selama 45 tahun, hidup Ken Karpman tampaknya nyaris sempurna. Lulus dengan gelar sarjana S-1 dan MBA (Master of Business Administration) dari universitas bergengsi UCLA ( University of California ), stop dreaming start action Karpman langsung mendapat kerjaan dengan gaji yang menggiurkan sebagai pialang saham. Dia pun bisa menikahi perempuan idamannya, Stephanie dan dikarunai dua anak. Mereka pun rutin berlibur ke tempat-tempat mahal di penjuru dunia.stop dreaming start action

Setelah 20 tahun meniti karir sebagai pialang, Karpman pun naik jabatan menjadi eksekutif perusahaan. Gajinya pun naik menjadi US$750.000 (sekitar lebih dari Rp 8,8 miliar) per tahun. “Saat itu hidup begitu indah. Kami bisa cetak banyak uang. Entah mengapa situasi itu kok tidak berlanjut?” kata Karpman dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi
ABC.

stop dreaming start action Dari segala sisi, Karpman dan keluarga saat itu hidup dalam “Impian Amerika” (American Dream). Mereka tinggal di sebuah rumah besar di kota Tampa , Florida . Rumah mereka pun dilengkapi lapangan golf. “Saat itu saya sudah tidak tahu berapa harga barang-barang di toko. Pokoknya, tinggal bawa troli dan ambil saja,” kata Karpman.

Dia pun begitu percaya diri dengan kemampuannya mencetak banyak uang. Maka, tahun 2005 dia meninggalkan perusahaan tempat dia bekerja dan membuat usaha sendiri yang sejenis.stop dreaming start action Untuk mendirikan perusahaan sendiri sekaligus meningkatkan taraf hidup, dia Karpman dengan enteng mengeluarkan dana US$500.000 dari tabungannya. .stop dreaming start action Seperti kebiasaan orang-orang Amerika, Karpman juga mengajukan kredit dalam jumlah besar dengan jaminan rumah.

Dipublikasi di jati diri bangsa | Tinggalkan Komentar